Dorong UMKM Naik Kelas, HD Serahkan Bantuan Usaha dan Bansos Rehabilitasi di OJK Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026

Palembang. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru, secara resmi menyerahkan Bantuan Usaha UMKM serta Bantuan Sosial (Bansos) Rehabilitasi bagi masyarakat Sumatera Selatan. Acara penyerahan bantuan secara simbolis tersebut berlangsung di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumsel, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, pada Senin (26/10/2026).

Langkah strategis ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dalam memperkuat ketahanan ekonomi warga, memacu daya saing UMKM lokal, serta memberikan perlindungan sosial bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

Dalam arahannya, Gubernur Herman Deru menekankan bahwa mentalitas dan keberanian adalah kunci utama keberhasilan seorang wirausahawan. Lebih dari sekadar modal fisik, kemampuan mengelola masalah menjadi fondasi penting dalam mempertahankan bisnis.

"Kalau kita sudah menyatakan diri menjadi wirausahawan, lebih dari 50 persen pekerjaannya adalah mengelola masalah. Itu tidak mudah dan butuh strategi. Kunci utamanya adalah keberanian dan kemauan untuk terus upgrade diri," ujar Herman Deru.

Selain itu, HD juga menyoroti pentingnya program Sultan Muda, sebuah wadah yang diinisiasi Pemprov Sumsel untuk mengakomodir minat, obsesi, dan kreativitas anak muda agar berani terjun ke dunia usaha dengan modal ketangguhan.

"Tingkatkan service dan ciptakan nilai tambah pada produk kita. Ayo jadi pengusaha tangguh, jangan mudah terbuai gaya hidup. Mulailah bisnis dari passion kita. Pemprov Sumsel bersama Bank Indonesia, OJK, dan pemerintah pusat siap memfasilitasi. Namun ingat, kelak jika sudah sukses, dukunglah pembangunan daerah melalui pembayaran pajak," tegasnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Prov. Sumsel, Dr. Drs. H. Apriyadi Mahmud, M.Si., menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini bertujuan langsung untuk mendongkrak daya saing produk UMKM mikro dan makro di Sumatera Selatan.

"Melalui bantuan peralatan ini, kualitas produk UMKM diharapkan semakin meningkat sehingga mampu menarik minat konsumen dan menambah pendapatan pelaku usaha. Lebih jauh lagi, kita berharap sektor ini dapat menyerap lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat," ungkap Apriyadi.

Pemprov Sumsel melalui Dinas Koperasi & UMKM serta Dinas Sosial menyalurkan berbagai jenis bantuan produktif dan logistik, antara lain:
Bantuan Dinas Koperasi dan UMKM Sumsel:
92 unit mesin jahit
1 set peralatan mesin bengkel (termasuk alat pres & multi pres)
30 unit kompor gas
3 unit alat catering
1 set mesin songket dan mesin ram sulam
10 unit alat panggang sate beserta tabung gas
Bantuan Dinas Sosial Sumsel:
Kelompok Lansia & Anak: Kursi roda, susu, handuk, selimut, biskuit, gula, dan tas anak.
Rehabilitasi & Disabilitas: Seperangkat alat gunting rambut/tata rias salon, 20 unit mesin jahit, bahan katun, serta paket bantuan usaha warung sembako bagi penyandang disabilitas (khususnya wilayah Muara Enim dan Ogan Ilir).
Program Pelatihan Stimulan (Angkatan II Tahun 2026): Pelatihan keterampilan menjahit, tata rias salon, dan pengembangan usaha sembako.

Dalam kesempatan itu, diserahkan Bantuan dari Dinas Koperasi dan UMKM Sumsel berfokus pada penyediaan sarana penunjang usaha, mencakup 92 unit mesin jahit, 1 set peralatan mesin bengkel lengkap dengan alat pres dan multi pres, 30 unit kompor gas, 3 unit alat catering, 1 set mesin songket dan mesin ram sulam, serta 10 unit alat panggang sate yang sudah dilengkapi tabung gas.

Sementara itu, Dinas Sosial Sumsel menyalurkan bantuan sosial yang disesuaikan dengan kebutuhan berbagai kelompok sasaran. Bagi kelompok lansia dan anak-anak, bantuan yang diberikan meliputi kursi roda, susu, handuk, selimut, biskuit, gula, hingga tas anak.

Untuk program rehabilitasi dan kelompok disabilitas—khususnya di wilayah Muara Enim dan Ogan Ilir—disalurkan seperangkat alat gunting rambut/tata rias salon, 20 unit mesin jahit, bahan katun, serta paket bantuan usaha warung sembako.

Seluruh penyaluran bantuan ini juga didukung melalui pelaksanaan Program Pelatihan Stimulan (Angkatan II Tahun 2026) yang membekali para penerima manfaat dengan keterampilan menjahit, tata rias salon, dan strategi pengembangan usaha sembako.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumsel Bambang Pramono, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumsel.