Herman Deru Tegaskan Dokter Jafung Ahli Utama Jadi Think Tank Kebijakan Kesehatan Sumsel

Rabu, 16 September 2026

Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menggelar rapat koordinasi bersama para Dokter Jabatan Fungsional (Jafung) Ahli Utama Pemprov Sumsel di Ruang Tamu Gubernur, Rabu (16/9/2026). Pertemuan ini berfokus pada evaluasi dan pembenahan tata kelola pelayanan kesehatan di Sumsel.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa dokter Jafung Ahli Utama bukan sekadar posisi pelengkap atau tempat transisi menuju masa pensiun. Sebaliknya, mereka ditempatkan sebagai benteng pertimbangan (think tank) utama Gubernur dalam merumuskan kebijakan medis dan mutu pelayanan publik.

"Masyarakat tidak mau tahu rumitnya sistem birokrasi. Yang mereka butuhkan adalah pelayanan dasar yang cepat dan tepat. Karena keterbatasan saya dalam ilmu medis, bapak dan ibu sekalianlah yang menjadi benteng pertimbangan saya," ujar Herman Deru.

HD menyoroti tantangan pelayanan kesehatan di Sumsel yang dinilainya masih parsial dan terjebak dalam ego sektoral. Ia meminta para dokter ahli tidak bersikap pasif, melainkan mengambil peran aktif membenahi manajemen integrasi layanan kesehatan.

Ke depan, para dokter Jafung Ahli Utama dan Ahli Madya akan diberdayakan untuk turun langsung mewakili Pemprov Sumsel ke tingkat kabupaten/kota. Langkah ini ditujukan untuk memetakan kelemahan sumber daya manusia (SDM) daerah, memperbanyak aksi sosial, dan membangun kembali kepercayaan publik (public trust) tanpa terikat kepentingan politik.


Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga mendorong pergerakan cepat agar RSJ Erba bertransisi menjadi RSUD umum, namun tetap mempertahankan keunggulan utamanya di bidang kesehatan jiwa. Selain itu, Ia juga ingin percepatan pembenahan fasilitas dan mutu layanan medis guna memantapkan posisi Sumatera Selatan sebagai destinasi wisata kesehatan (health tourism).

"Saya juga ingin Ada laporan progres konkret mengenai revitalisasi Puskesmas serta penguatan publikasi program Sumsel Berkat agar masyarakat luas mengetahui fasilitas layanan publik yang disediakan pemerintah provinsi sumatera Selatan, " Tegasnya.

Disamping itu, HD mengingatkan pentingnya komunikasi publik yang informatif dan edukatif di era digital. Menurutnya, kerja keras di lapangan harus diimbangi dengan penyampaian informasi yang transparan melalui media massa maupun media sosial.

"Sekuat apa pun pekerjaan kita di dunia nyata, jika tidak ada publikasinya, masyarakat bisa menganggap kita tidak bekerja. Harus ada keseimbangan antara aksi di dunia nyata dan dunia maya lewat konten yang edukatif serta eye-catching," tegasnya.

Menutup arahannya, Gubernur Herman Deru mengajak para dokter Jafung untuk menjadikan momentum ini sebagai wadah menciptakan warisan (legacy) nyata bagi kemajuan pelayanan kesehatan masyarakat Sumatera Selatan.