Diskominfo Sumsel Sinergikan CSIRT se-Sumatera Selatan Guna Mewujudkan Ekosistem Digital yang Aman dan Resilien

Rabu, 6 Mei 2026

Palembang. Pemprov Sumsel melalui Diskominfo Sumsel menggelar Bimtek Penanganan Insiden Siber di Ruang Rapat PUBM Sumsel, Rabu, (6/5/2026). Langkah ini menjadi strategi krusial memperkuat pertahanan digital di era kecerdasan buatan (AI).

Mewakili Gubernur Sumsel, Kadiskominfo Rika Efianti, SE, MM, menekankan bahwa fokus tahun ini adalah resiliensi dan kecepatan respons. Ia menitipkan tiga pesan utama yaitu Pertajam deteksi proaktif, Perkuat kolaborasi antar-wilayah melalui CSIRT, Mitigasi ketat agar celah keamanan yang pernah terbuka tidak terulang.

Sandiman Ahli Madya Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah Deputi III sekaligus Ketua Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS), Muhammad Ival Tirtakusumah, menambahkan bahwa keamanan siber adalah pilar stabilitas nasional. Sesuai instruksi Presiden RI, setiap instansi wajib memiliki tim CSIRT yang kompeten dan responsif 24/7.

"Transformasi digital tanpa pengamanan mumpuni bagai membangun rumah di atas tanah labil," tegasnya.

Kegiatan yang diikuti perwakilan Kominfo Kab/Kota se-Sumsel ini turut didukung oleh Elitery Indonesia. Sinergi ini diharapkan membawa Sumsel menjadi pelopor ketahanan siber nasional menuju visi Indonesia Digital 2045.